BAB 8
ANALISIS VARIANSI
A.
Pengertian Anova
Analisa
varians (Analysis of
Varianc) atau yang lebih dikenal dengan istilah ANOVA adalah suatu
teknik untuk menguji kesamaan beberapa rata-rata secara sekaligus. Tujuannya
untuk mengetahui apakah ada perbedaan rata-rata dalam sampel dengan perbedaan
rata-rata antar sampel. Uji yang dipergunakan dalam ANOVA adalah uji F karena
dipakai untuk pengujian dari 2 sampel. Anova dapat digolongkan ke dalam
beberapa kriteria, yaitu :
1. Klasifikasi 1 arah
ANOVA klasifikasi 1
arah merupakan ANOVA yang didasarkan pada pengamatan
1 kriteria.
2. Klasifikasi 2 arah
ANOVA klasifikasi 2
arah merupakan ANOVA yang didasarkan pada pengamatan
2 kriteria.
3. Klasifikasi banyak
arah
ANOVA banyak arah
merupakan ANOVA yang didasarkan pada pengamatan
banyak kriteria.
B.
Analisis Variansi
Satu Jalur
Anava
atau Anova adalah anonim dari analisis varian terjemahan dari analysis of variance, sehingga banyak orang yang
menyebutnya dengan anova. Anova merupakan bagian dari metoda analisis
statistika yang tergolong analisis komparatif (perbandingan) lebih dari
dua rata-rata.
Uji
anova satu arah adalah untuk membandingkan lebih dari dua rata-rata. Sedangkang
gunanya untuk menguji kemampuan generalisasi. Maksudnya dari signifikansi
hasil penelitian (anava satu jalur). Jika terbukti berbeda berarti kedua sampel
tersebut dapat digeneralisasikan, artinya data sampel dianggap dapat mewakili
populasi.
Anova pengembangan atau
penjabaran lebih lanjut dari uji-t (thitung). Uji-t atau uji-z
hanya dapat melihat perbandingan dua kelompok data saja. Sedangkan anova satu jalur
lebih dari dua kelompok data. Contoh: Perbedaan prestasi belajar statistika
antara mahasiswa tugas belajar (X1), izin belajar (X2) dan umum (X3).
Anova lebih dikenal
dengan uji-F (Fisher Test),
sedangkan arti variasi atau varian itu asalnya dari pengertian konsep “Mean Square” atau
kuadrat rerata (KR).
Rumusnya
:
Dimana :
JK = jumlah kuadrat (some of square)
db = derajat bebas (degree of freedom)
Menghitung
nilai Anova atau F (Fhitung) dengan rumus :
Varian dalam group
dapat juga disebut Varian Kesalahan (Varian Galat). Dapat dirumuskan :
Dimana:
N = Jumlah keseluruhan sampel (jumlah kasus
dalam penelitian)
A = Jumlah keseluruhan grup sampel
Langkah-langkah
uji anova satu arah
1)
Sebelum anova dihitung, asumsikan bahwa data dipilih secara random,
berdistribusi normal, dan variannya homogen.
2)
Buatlah hipotesis (Hɑ dan Ho)dalam bentuk kalimat.
3)
Buatlah hipotesis (Hɑ dan Ho)dalam bentuk statistik.
4)
Buatlah daftar statistik induk.
5)
Hitunglah jumlah kuadrat antar group (JKA) dengan rumus :
6)
Hitunglah derajat bebas antar group dengan rumus : dbA = A-1
7)
Hitunglah kudrat rerata antar group (KRA) dengan rumus :
8)
Hitunglah jumlah kuadrat dalam antar group (JKD) dengan rumus :
9)
Hitunglah derajat bebas dalam group dengan rumus : dbD = N-A
10)
Hitunglah kuadrat rerata dalam antar group (KRD) dengan rumus :
11)
Carilah Fhitung dengan rumus : 
12)
Tentukan taraf signifikansinya, misalnya α = 0,05 atau α = 0,01
13)
Cari Ftabel dengan rumus : Ftabel = F(1-ɑ)(dbA , dbD)
14)
Buat Tabel Ringkasan Anova
15)
Tentukan kriteria pengujian : jika Fhitung ≥ Ftabel, maka tolak Ho
berarti signifan dan konsultasikan antara Fhitung
dengan Ftabel kemudian bandingkan.
16)
Buat kesimpulan.
C.
Analisis Variansi
Dua jalur
Pengujian
anova dua arah mempunyai beberapa asumsi diantaranya:
1.
Populasi yang diuji berdistribusi normal,
2.
Varians atau ragam dan populasi yang diuji sama,
3.
Sampel tidak berhubungan satu dengan yang lain.
Tujuan
dari pengujian anova dua arah adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari
berbagai kriteria yang diuji terhadap hasil yang diinginkan.
Anova
dua arah dibagi menjadi dua bagian, yakni sebagai berikut.
1. Anova Dua Arah
tanpa Interaksi
Pengujian
klasifikasi dua arah tanpa interaksi merupakan pengujian hipotesis beda tiga
rata-rata atau lebih dengan dua faktor yang berpengaruh dan interaksi antara
kedua faktor tersebut ditiadakan.
Baris : V1 = b - 1 dan V2
= (k - 1)(b – 1)
Kolom: V1 = k -1 dan V2
= (k – 1)(b – 1)
Jumlah kuadrat total
Jumlah kuadrat baris
Jumlah kuadrat kolom
Jumlah kuadrat eror
(JKE) = JKT – JKB –JKK
Keterangan: T = total
2. Anova Dua Arah dengan Interaksi
Pengujian klasifikasi dua arah dengan
interaksi merupakan pengujian beda tiga rata-rata atau lebih dengan dua faktor
yang berpengaruh dan pengaruh interaksi antara kedua faktor tersebut
diperhitungkan.
Jumlah kuadrat total
Jumlah kuadrat baris
Jumlah kuadrat bagi interaksi baris
kolom
Jumlah kuadrat eror
JKE = JKT - JKB - JKK - JK (BK)
Keterangan : T = total
DAFTAR PUSTAKA
Sudjana. 2002. Metoda
Statistika edisi ke 6. Bandung: Tarsito.
Tedjo N Raksonoatmodjo.
2009. Statistika Teknik. Jakarta : Refilka Aditama.
Riduwan. Dasar-Dasar Statistika.
2005. Bandung : Alfabeta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar