Pengukuran Penyimpangan (Range,
Deviasi, Varian)
PENGUKURAN
PENYIMPANGAN
Pengukuran
penyimpangan adalah suatu ukuran yang menunjukkan tinggi rendahnya
perbedaan data yang diperoleh dari rata-ratanya. Ukuran penyimpangan
digunakan untuk mengetahui luas penyimpangan data atau homogenitas data.
Dua variabel data yang memiliki mean sama belum tentu memiliki
kualitas yang sama, tergantung dari besar atau kecil ukuran
penyebaran datanya. Ada bebarapa macam ukuran penyebaran data, namun
yang umum digunakan adalah standar deviasi.
Macam-macam
ukuran penyimpangan data adalah :
1.
Jangkauan (range)
2.
Simpangan rata-rata (mean
deviation)
3.
Simpangan baku (standard
deviation)
4.
Varians (variance)
5.
Koefisien variasi (Coefficient of
variation)
1. Jangkauan (range)
Range adalah
salah satu ukuran statistik yang menunjukan jarak penyebaran data antara nilai
terendah (Xmin) dengan nilai tertinggi (Xmax). Ukuran ini sudah digunakan
pada pembahasan daftar distribusi frekuensi. Adapun rumusnya adalah
Contoh :
Berikut ini nilai ujian semester
dari 3 mahasiswa:
A = 60 55 70 65 50 80 40
B = 50 55 60 65 70 65 55
C = 60 60 60 60 60 60 60
Dari data diatas dapat diketahui bahwa:
A = memiliki Xmax=80, Xmin= 40 , R = 40 , meanya 60
B = memiliki Xmax=70, Xmin= 50 , R = 20 , meanya 60
C = memiliki Xmax=60, Xmin= 60 , R = 0 , meanya 60
Dari contoh
di atas dapat disimpulkan bahwa :
a. Semakin kecil rangenya maka semakin homogen distribusinya
b. Semakin besar rangenya maka semakin heterogen distribusinya
c. Semakin kecil rangenya, maka meannya merupakan wakil yang representatif
d. Semakin besar rangenya maka meannya semakin kurang representatif
2. Simpangan Rata-rata (mean deviation)
Simpangan
rata-rata merupakan penyimpangan nilai-nilai individu dari nilai rata-ratanya.
Rata-rata bisa berupa mean atau median. Untuk data mentah simpangan rata-rata
dari median cukup kecil sehingga simpangan ini dianggap paling sesuai untuk
data mentah. Namun pada umumnya, simpangan rata-rata yang dihitung dari mean
yang sering digunakan untuk nilai simpangan rata-rata.
·
Data tunggal dengan seluruh skornya
berfrekuensi satu
dimana xi merupakan nilai data
·
Data tunggal sebagian atau seluluh
skornya berfrekuensi lebih dari satu
dimana xi merupakan nilai data
·
Data kelompok ( dalam distribusi frekuensi)
dimana xi
merupakan tanda kelas dari interval ke-i dan fi merupakan
frekuensi interval ke-i
Contoh :
Dari tabel diperoleh 
3. Simpangan Baku (standard
deviation)
Standar
deviasi merupakan ukuran penyebaran yang paling banyak digunakan. Semua gugus
data dipertimbangkan sehingga lebih stabil dibandingkan dengan ukuran lainnya.
Namun, apabila dalam gugus data tersebut terdapat nilai ekstrem, standar
deviasi menjadi tidak sensitif lagi, sama halnya seperti mean.
Standar
Deviasi memiliki beberapa karakteristik khusus lainnya. SD tidak berubah
apabila setiap unsur pada gugus datanya di tambahkan atau dikurangkan dengan
nilai konstan tertentu. SD berubah apabila setiap unsur pada gugus datanya
dikali/dibagi dengan nilai konstan tertentu. Bila dikalikan dengan nilai
konstan, standar deviasi yang dihasilkan akan setara dengan hasilkali dari
nilai standar deviasi aktual dengan konstan.
Rumus Simpangan Baku untuk Data
Tunggal
·
untuk data sample menggunakan rumus
·
untuk data populasi menggunkan rumus
Contoh :
Selama 10 kali ulangan semester ini
sobat mendapat nilai 91, 79, 86, 80, 75, 100, 87, 93, 90,dan 88. Berapa
simpangan baku dari nilai ulangan sobat?
Jawab
Soal di atas menanyakan simpangan baku dari data populasi jadi menggunakan rumus simpangan baku untuk populasi.
Kita cari dulu rata-ratanya
rata-rata = (91+79+86+80+75+100+87+93+90+88)/10 = 869/10 = 85,9
Soal di atas menanyakan simpangan baku dari data populasi jadi menggunakan rumus simpangan baku untuk populasi.
Kita cari dulu rata-ratanya
rata-rata = (91+79+86+80+75+100+87+93+90+88)/10 = 869/10 = 85,9
Kita masukkan ke rumus
Rumus Simpangan Baku Untuk Data
Kelompok
- untuk sample menggunakan rumus
- untuk populasi menggunakan rumus
Contoh :
Diketahui data tinggi badan 50 siswa samapta kelas c adalah sebagai berikut
hitunglah berapa simpangan bakunya
1. Kita cari dulu rata-rata data
kelompok tersebut
2. Setelah ketemu rata-rata dari
data kelompok tersebut kita bikin tabel untuk memasukkannya ke rumus simpangan
baku
4. Varians (variance)
Varians
adalah salah satu ukuran dispersi atau ukuran variasi. Varians dapat
menggambarkan bagaimana berpencarnya suatu data kuantitatif. Varians
diberi simbol σ2 (baca: sigma kuadrat) untuk populasi dan
untuk s2 sampel.
Selanjutnya
kita akan menggunakan simbol s2 untuk varians karena umumnya
kita hampir selalu berkutat dengan sampel dan jarang sekali berkecimpung dengan
populasi.
Rumus varian atau ragam data tunggal
untuk populasi
Rumus varian atau ragam data tunggal
untuk sampel
Rumus varian atau ragam data
kelompok untuk populasi
Rumus varian atau ragam data
kelompok untuk sampel
Keterangan:
σ2 = varians atau ragam untuk populasi
S2 = varians atau ragam untuk sampel
fi =
Frekuensi
xi =
Titik tengah
x¯ =
Rata-rata (mean) sampel dan μ = rata-rata populasi
n =
Jumlah data
5. Koefisien variasi (Coefficient
of variation)
Koefisien
variasi merupakan suatu ukuran variansi yang dapat digunakan untuk
membandingkan suatu distribusi data yang mempunyai satuan yang berbeda. Kalau
kita membandingkan berbagai variansi atau dua variabel yang mempunyai satuan
yang berbeda maka tidak dapat dilakukan dengan menghitung ukuran penyebaran
yang sifatnya absolut.
Koefisien
variasi adalah suatu perbandingan antara simpangan baku dengan nilai rata-rata
dan dinyatakan dengan persentase.
Besarnya
koefisien variasi akan berpengaruh terhadap kualitas sebaran data. Jadi
jika koefisien variasi semakin kecil maka datanya semakin homogen dan jika
koefisien korelasi semakin besar maka datanya semakin heterogen.
Daftas Pustaka :
Suharyadi, & Purwanto. (2009). In Statistika
untuk Ekonomi dan Keuangan Modern. Jakarta: Salemba Empat.
Sudjana. (1991). In Statistika. Bandung:
Tarsito.
http://vebrianaparmita.wordpress.com/2013/10/06/bab-vi-pengukuran-penyimpangan-range-deviasi-varian/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar