Senin, 05 Mei 2014

Tugas bab 9

BAB 9
ANALISIS REGRESI dan KORELASI

A.              Pengertian Regresi
Secara umum ada dua macam hubungan antara dua variabel atau lebih, yaitu bentuk hubungan dan keeratan hubungan. Untuk mengetahui bentuk hubungan digunakan analisis regrasi. Untuk keeratan hubungan dapat diketahui dengan analisis korelasi. Analisis regrasi digunakan untuk menelaah hubungan antara dua variabel atau lebih, terutama untuk menulusuri pola hubungan yang modenya belum diketahui dengan sempurna, atau untuk mengetahui bagaimana variasi  dari beberapa variabel independen mempengaruhi  variabel dependen dalam suatu fenomena yang kompleks.
Jika X1 , X2 , ... , Xi adalah variabel-variabel independen, Y adalah variabel dependen dan e variabel residu. Hubungan diatas dapat dijabarkan sebagai berikut:
 
B.               Koefisien Regresi Sederhana
Regresi sederhana, bertujuan untuk mempelajari hubungan antara dua variabel. Model regresi sederhana adalah ÿ = a + bx . Dimana: ÿ : variabel tak bebas (terikat), x: varibel bebas penduga bagi intersap (ɑ), dan b: penduga bagi koefisien regresi.
Unuk mencari a dan b dapat menggunakan rumus sebagai berikut:

Contoh :

Berdasarkan hasil pengambilan sampel secara acak tentang pengaruh lamanya belajar (X) terhadap nilai ujian (Y) adalah sebagai berikut :

(nilai ujian)
X (lama belajar)
X 2
XY
40
4
16
160
60
6
36
360
50
7
49
350
70
10
100
700
90
13
169
1.170
ΣY = 310
ΣX = 40
ΣX2 = 370
ΣXY = 2.740
Dengan menggunakan rumus di atas, nilai a dan b akan diperoleh sebagai berikut :
a = [(ΣY . ΣX2) – (ΣX . ΣXY)] / [(N . ΣX2) – (ΣX)2]

a = [(310 . 370) – (40 . 2.740)] / [(5 . 370) – 402] = 20,4


b = [N(ΣXY) – (ΣX . ΣY)] / [(N . ΣX2) – (ΣX)2]

b = [(5 . 2.740) – (40 . 310] / [(5 . 370) – 402] = 5,4
Sehingga persamaan regresi sederhana adalah Y = 20,4 + 5,2 X
C.               Regresi  Berganda
Kegunaan Analisis Regresi Linear Berganda digunakan untuk mengukur pengaruh antara lebih dari satu variabel prediktor (variabel bebas) terhadap variabel terikat.
Rumus:  Y = a + b1X1+b2X2+…+bnXn
Y        =  variabel terikat
a        =  konstanta
b1,b2  =  koefisien regresi
X1, X2 =  variabel bebas
Contoh:
Seorang Manajer Pemasaran deterjen merek “ATTACK” ingin mengetahui apakah Promosi dan harga berpengaruh terhadap keputusan konsumen membeli produk tersebut?
Hipotesis:
Ho : β1 = β 2 =  0, Promosi dan Harga tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen membeli deterjen merek “ATTACK”.
Ha : β1 ≠ β2 ≠ 0, Promosi dan Harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen membeli deterjen merek “ATTACK”.



170 = 10 a + 60 b1 + 40 b2……………………. (1)
1122 = 60 a + 406 b1 + 267 b2………………….. (2)
737 = 40 a +267 b1 + 182 b2………………….. (3)
Persamaan (1) dikalikan 6, persamaan (2) dikalikan 1:
1020 = 60 a + 360 b1 + 240 b2
35163 = 60 a + 406 b1 + 267 b2__ _
-102 = 0 a + -46 b1+ -27 b2
-102 = -46 b1-27 b2……………………………………. (4)
Persamaan (1) dikalikan 4, persamaan (3) dikalikan 1:
680 = 40 a + 240 b1 + 160 b2
737 = 40 a + 267 b1 + 182 b2 _
-57 = 0 a + -27 b1 + -22 b2
-57 = -27 b1 – 22 b2………………………………….. (5)
Persamaan (4) dikalikan 27, persamaan (5) dikalikan 46:
-2754 = -1242 b1 - 729 b2
-2622 = -1242 b1 - 1012 b2 _
-132 = 0 b1 + 283 b2
b2 = -132:283 = -0,466
Harga b2 dimasukkan ke dalam salah satu persamaan (4) atau (5):
-102 = -46 b1- 27 (-0,466)
-102 = -46 b1+ 12,582
46 b1 = 114,582
b1 = 2,4909
Harga b1 dan b2 dimasukkan ke dalam persamaan 1:
170 = 10 a + 60 (2,4909) + 40 (-0,466)
170 = 10 a + 149,454 – 18,640
10 a = 170 – 149,454 + 18,640
a = 39,186 : 10 = 3,9186
Jadi:
a = 3,9186
b1 = 2,4909
b2 = -0,466
Keterangan:
a = konstanta
b1 = koefisien regresi X1
b2 = koefisien regresi X2
Persamaan regresi:
Y = 3,9186 + 2,4909 X1 – 0,466 X2

D.              Analisis Korelasi
Adalah metode statistik yang digunakan untuk mengukur besarnya hubungan linier antara dua variabel atau lebih. Nilai korelasi populasi (ρ) berkisar pada interval -1≤ ρ ≤ 1. Jika korelasi bernilai positif, maka hubungan antara dua variabel bersifat berlawanan arah. Nilai korelasi sampel (r) diukur dari korelasi person dengan syarat data bersekala interval atau rasio yang mana dirumuskan sebagai berikut.
atau

Nilai  n adalah jumlah pengamatan. Interpretasi dari besarnya nilai korelasi sempel antara variabel dapat diklasifikasikan sebagai berikut.

Untuk menguji korelasi populasi (ρ) antara X dan Y digunakan hipotesis sebagai berikut.
H0 : ρ = 0
H1 : ρ ≠ 0
Korelasi populasi signifikan (keberadaanya nyata) etika p-value {sig.(2-tailed)} ≤ ɑ dengan p-value  adalah probabilitas kesalahan yang dihasilkan dari proses pengujian, dengan nilai ɑ adalah probabilitas kesalahan yang ditentukan oleh peneliti biasanya sebesar 1%, 5%, atau 10%. Secara teori p-value  merupakan probabilitas kesalahan ketika hipotesis nol dapat ditolak berdasarkan statistik uji, sedangkan nilai ɑ merupakan probabilitas kesalahan menolak hipotesis nol bernilai benar.


Referensi :
Yamin, s. dan kurniawan, H., 2009, SPSS complete: Teknik Analisis Statistik Terlengkap dengan sofware SPSS, jakarta : Salema Infotek
Abdurahman Maman, dan Sambas Ali Muhidin, 2011,  Analisis Korelasi, Regresi, dan Jalur Dalam Penelitian, Bandung: CV Pustaka Setia.